Sambut Tahun Baru ‘Ala’ Mahasiswa


Pergantian tahun baru seringkali dipandang sebagai momen untuk bersenang-senang di mata sebagian besar orang. Bagi kalangan remaja bahkan mahasiswa, momen ini digunakan sebagai waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu dengan kegiatan nongkrong atau berkumpul dengan kawan dan pacar, melakukan perayaan hingga tengah malam dengan menggunakan kembang api dan petasan, hingga konvoi keliling kota yang dapat mengganggu ketertiban jalan.
Bahkan setelah momen pergantian tahun tersebut, banyak dari mereka justru melakukan kegiatan sehari-hari tanpa perubahan, memelihara kegiatan buruk dan negatif serta bersifat menganggu kegiatan belajar, tidak mau memperbaiki kesalahan yang memungkinkan menghambat kesuksesan serta tidak mempunyai keinginan untuk menjadi pribadi yang senantiasa memperbaiki diri dan berusaha untuk lebih baik lagi.
Sekarang ini masih minim orang yang menyambut tahun baru sebagai salah satu momen untuk merefleksikan diri, berkaca dan merencanakan langkah-langkah pembaruan yang dapat menunjang kesuksesan di tahun yang baru.
Justru, hal-hal di atas lah yang di harapkan sering terfikir dalam mindset pada kalangan mahasiswa.
Banyak hal intelek dan menjadi kepentingan bagi masa depan mereka yang seharusnya dapat dipikirkan, dan hal ini diharapkan bukan saja mampu dilakukan tetapi juga dijadikan sebagai sesuatu yang ‘harus’ dilakukan.
Berfikir visioner ke depan, menciptakan target untuk masa depan serta berfikir ulang tentang arti kesuksesan yang di dapat tidak dengan cara instan, memperbaiki diri dan kembali merinci tugas besar yang harus dilakukan demi kemajuan bangsa.
Sehingga momen pergantian tahun ‘ala’ mahasiswa adalah momen berharga dimana mereka kembali menata target masa depan serta berfikir mengenai banyak hal yang dimungkinkan menjadi dasar bagi langkah-langkah pembaruan mereka di tahun yang baru.
Idealnya, momen pergantian tahun di gunakan mahasiswa sebagai waktu yang tepat untuk memikirkan banyak hal positif yang dapat menunjang peluang sukses mereka di tahun-tahun yang akan datang.
Seharusnya ada kesadaran dalam diri para mahasiswa di Indonesia yang masih saja banyak yang bermalas-malasan di masa mereka yang memasuki fase dewasa. Kesadaran untuk melakukan perubahan besar, minimalnya, bagi kelangsungan masa depan mereka, dan imbas positifnya bagi bangsa mereka.(dea)

Template by : Kendhin x-template.blogspot.com