Bisnis MLM di Mata Mahasiswa (2)


Bagaimana Prinsip Kerja MLM?
MLM adalah tentang “banyak orang melakukan bagiannya masing-masing yang sedikit”. Dalam MLM, Kita tidak hanya mendapatkan komisi dari hasil penjualan Kita secara langsung namun juga secara tidak langsung. Kita mendapatkan juga komisi dari hasil penjualan orang yang Kita bawa ke perusahaan dan juga dari hasil orang yang orang tadi bawa, dan juga dari hasil penjualan dari orang terakhir yang dia bawa.
Dengan mendapatkan persentasi hasil dari banyak orang, penghasilan Kita akan berkembang sampai hasil yang sangat besar. Misalnya jika Kita mendapatkan 5 orang yang serius mengembangkan bisnis dan masing-masing mempunyai hasil penjualan $100 per orang dengan komisi 5%, maka penghasilan Kita adalah seperti berikut :
Level - #people - $volume - $bonuses
1. 5 - 500 - 25
2. 25 - 2500 - 125
3. 125 - 12500 - 625
4. 625 - 62500 - 3125
5. 3125 - 312500 - 15625
6. 15625 - 1562500 - 78125
7. 78125 - 7812500 – 390625
Jadi, jika tiap orang bisa mendapatkan 5 orang, Kita bisa mendapatkan hampir $500,000 per bulan. 

TAPI TUNGGU DULU. TIDAK SESEDERHANA ITU.
Membutuhkan usaha dan waktu untuk membangun grup dalam perusahaan MLM. Kita pun tidak bisa bekerja sendirian. Kita tidak bisa merekrut 90.000 orang seorang diri. Tiap orang harus mencari 5 atas usaha sendiri dan tidak semua orang mau bekerja untuk mendapatkan 5 orang itu.
Bisa dibilang jarang ada orang yang akan membangun group ideal seperti ini. Beberapa kaki di struktur downline akan tumbuh lebih cepat dari yang lain. Beberapa kaki akan tumbuh dengan lebih lambat. Jika Kita tidak bekerja, Kita tidak akan pernah memulai satu pun kaki yang akan tumbuh sesuai dengan yang Kita inginkan.
Itulah konsepnya. Banyak orang mengerjakan bagiannya yang kecil dan Kita mendapatkan bagian dari setiap orang. Jika Kita mempunyai inisiatif dan etos kerja untuk membangun group tersebut, Kita bisa mendapatkan income yang cukup significant bahkan bisa menjadi kaya.

Yang perlu digaris bawahi adalah MLM bukanlah cara cepat untuk menjadi kaya. Diperlukan KERJA keras dan kebanyakan orang tidak mau mengerjakan hal-hal yang diperlukan. Kebanyakan orang tidak akan pernah menjadi kaya, hanya beberapa saja yang akan berhasil. Walaupun demikian, selama Kita memilih perusahaan yang benar dengan produk dan jasa yang baik, tingkat keberhasilan Kita sepenuhnya tergantung pada Kita.

3 HAL PENTING DALAM BISNIS MLM

1.      ANDA sebagai pemain / pelaku bisnis
2.      PRODUK sebagai jembatan penghubung antara  member dengan perusahaan (jalur sponsorisasi)
3.      SISTEM sebagai pendukung hasil usaha 

PRODUK :
1.      Legalitas pemerintah
2.      Kualitas tinggi
3.      Aman untuk semua umur
4.      Memiliki pasar yang bagus
5.      Harga terjangkau
6.      Ready stock

SISTEM :
1.      Transparan
2.      Memihak member
3.      Tanpa syarat / peringkat
4.      Mudah / ringan / sederhana
5.      Bonus dibayar cepat
6.      Passive income

LEADER & SUPPORT SYSTEM
1.      Grup LEADER harus cerdas, jujur, komitmen kepada jaringan ( bukan kepada perusahaan ), memiliki integritas & motivasi tinggi untuk membangun jaringan yang SUKSES.
2.      Grup LEADER yang tidak akan mengorbankan jaringan dengan alasan apapun & akan selalu membela kepentingan jaringan dengan menciptakan SUPORT SYSTEM.
3.      SUPPORT SYSTEM sebagai sarana pembelajaran bisnis MLM dengan transparan & tidak hanya memberikan motivasi yang tidak realistis. Excellent Strategy of Network menjadi platform (standar) Edifikasi, Duplikasi & Pola pengembangan jaringan & pengembangan diri seluruh member perusahaan.

Apakah MLM adalah penipuan, illegal, tak bermoral?

Ini adalah bagian terbesar dari argumentasi, ketidaksetujuan dan tuduhan yang tidak berdasar tentang MLM. Tidak sedikit yang beranggapan MLM adalah tidak etis dan tidak bermoral. Walaupun demikian secara hukum, MLM dianggap legal, tidak menyalahi aturan moral.

Sebenarnya MLM tidak bisa dikatakan dari sananya baik atau buruk seperti halnya orang memKitang sistem bisnis biasa. Bisnis biasa (dunia korporat) bisa dijalankan secara baik dan bisa dijalankan dengan buruk. MLM juga demikian. Ada yg dijalankan dengan baik dan ada juga yang dijalankan dengan buruk. Jadi baik dan buruknya MLM tergantung bagaimana perusahaan didesain dan dijalankan oleh tim manajemen dan tim pemasar di lapangan.

Memang harus diakui ada juga perusahaan MLM yang tidak lebih dari sekadar penipuan, cara cepat menjadi kaya untuk pemilik dan segelintir kroninya. Beberapa di antaranya berusaha memanipulasi hukum dan menghindar dari hukum. Ada juga perusahaan MLM yang mempunyai produk yang sah secara hukum dan sudah berkecimpung dalam bisnis selama beberapa tahun tapi dijalankan secara salah, sedemikian sehingga banyak orang yang menjadi korban. Contoh, orang lanjut usia yang menginvestasikan uang pensiun untuk membeli barang-barang yang memenuhi garasinya dan seterusnya. Banyak orang tentunya setuju bahwa perusahaan ini, setidaknya distributor yang menjalankan praktek-praktek tidak bertanggung-jawab, sama sekali tidaklah etis.

Sebenarnya ada banyak perusahaan yang dijalankan dengan sah, legal, dan etis. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai produk-produk yang baik, bermanfaat bagi pelanggan dan memberikan banyak orang peluang untuk memperbaiki kondisi keuangannya.

Kubu Anti MLM sering menyatakan bahwa perusahaan MLM dan distributornya hanya menjual fantasi tidak realistis mengenai potensi penghasilan yang dapat diperoleh kepada prospek, yang pada kenyataannya hanya menggemukkan penghasilan upline. Hal ini bisa dimengerti namun, kita jangan mengabaikan satu hal penting yaitu bahwa setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk membangun group atau timnya sendiri seperti halnya uplinenya. Upline sudah bekerja keras, mungkin selama bertahun-tahun, untuk membangun downline yang sekarang memberikan hasilnya bagi upline tersebut. Orang baru mungkin sudah investasikan hanya beberapa ratus dollar dan beberapa jam saja perharinya. Setiap orang memulai dari tempat yang sama, DI DASAR, dan setiap orang punya kesempatan yang SAMA untuk membangun downlinenya sendiri.

Apakah merekrut itu salah dibandingkan dengan menjual produk?

Ini adalah pendapat umum mengenai MLM. Di satu sisi, pendapat ini benar. Jika tujuan utama di balik MLM adalah untuk merekrut orang, yaitu jika uang pembayaran waktu bergabung, adalah satu-satunya sumber pembayar bonus, maka tentu saja kegiatan MLM ini tidak benar.

Kubu Anti MLM berpendapat bahwa tujuan utama MLM adalah untuk merekrut orang baru, bukan untuk menjual barang. Yang tidak mereka mengerti adalah MENDAFTARKAN ORANG BARU ADALAH CARA KITA MENJUAL PRODUK DI MLM. Di samping itu, Kita tetap bisa memperoleh penghasilan walaupun hanya jadi pengecer produk dan jasa yang dijual.

Jika Kita fokus hanya di penjualan, ini bukan MLM, hanya jualan cara biasa. MLM bekerja berdasarkan proses yang berbeda dari sales biasa. Bukannya mencari beberapa orang untuk menjual dalam volume besar sekaligus, Kita mencari banyak orang dan masing-masing menjual dalam volume sedikit (karena tiap orang menjual dalam jumlah kecil, pengunaan pribadi oleh tiap distributor menyumbang peranan penting dari total volume penjualan). Merekrut orang baru dan membangun downline adalah caranya Kita mencari orang-orang yang masing-masing mengerjakan bagiannya dalam proses penjualan. (Perhatikan: SETIAP orang melakukan kontribusi dari total penjualan. BUKAN HANYA orang yang bergabung belakangan. Kontribusi Kita bagi Upline secara perorangan hanya beberapa sampai puluhan dollar). Produk berpindah dari perusahaan ke customer atau distributor. Itulah sumber penghasilan dari MLM yang benar. Hanya cara pendistribusiannya yang berbeda.

MLM bekerja dalam hal yang berbeda dengan cara biasa, walaupun berbeda, hal itu tidak menjadikannya illegal atau amoral atau salah. Hanya caranya saja yang BERBEDA. Seperti halnya franchise berbeda dari retail biasa (franchise pernah dianggap sebagai bentuk penipuan). Franchise bukanlah penipuan, hanya satu bentuk dalam bisnis. Mengacu ke analogi yang sama, MLM berbeda dari retail yang biasa dan franchising, tapi bisa menjadi bentuk efektif dalam melakukan bisnis. (tiray)

Template by : Kendhin x-template.blogspot.com